Hot
    Responsive Ads
    Home Berita Sorotan

    Atraksi Pesawat Tempur Meriahkan HUT ke-80 TNI

    4 min read

    -

    HARIANEXPRESS - Atraksi Pesawat Tempur Meriahkan HUT ke-80 TNI. Sederet pesawat tempur TNI AU memukau publik dengan atraksi udara spektakuler dalam perayaan HUT ke-80 TNI di Langsa Aceh.

    Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda Langsa Aceh menjadi saksi atraksi memukau pesawat tempur TNI Angkatan Udara pada peringatan HUT ke-80 TNI Senin 6 Oktober 2025. Sejumlah pesawat tempur modern milik Indonesia menunjukkan kebolehannya di hadapan ribuan penonton yang hadir langsung di lokasi.

    Atraksi udara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT TNI yang dipusatkan di Aceh. Pesawat tempur seperti Sukhoi Su-27 dan Su-30 serta F-16 Fighting Falcon terlihat melintasi langit dengan berbagai manuver menawan.

    Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsma TNI Fajar Adriyanto menyatakan "Atraksi ini menunjukkan kesiapsiagaan alutsista TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia."

    Para pilot TNI AU menampilkan berbagai formasi terbang yang memukau. Formasi bintang dengan lima pesawat tempur menjadi pembuka atraksi yang disambut tepuk tangan meriah penonton.

    Salah satu manuver paling dinantikan adalah manuver "Split S" yang dilakukan oleh pesawat F-16. Manuver ini melibatkan putaran setengah lingkaran ke bawah diikuti dengan pull out dari level flight.

    Pilot tempur Lettu Pnb Dwi Cahyo mengatakan "Kami berlatih keras untuk setiap atraksi. Manuver ini tidak hanya menunjukkan keahlian tapi juga kemampuan pesawat tempur kita."

    Indonesia memiliki berbagai jenis pesawat tempur yang menjadi andalan dalam menjaga pertahanan udara. Sukhoi Su-27 dan Su-30 merupakan pesawat tempur multirole buatan Rusia yang memiliki kemampuan superior dalam pertempuran udara.

    Sementara F-16 Fighting Falcon adalah pesawat tempur buatan Amerika Serikat yang telah menjadi bagian dari TNI AU sejak 1989. Pesawat ini terus mengalami peningkatan kemampuan sesuai perkembangan teknologi.

    TNI AU juga mengoperasikan Hawk 100/200 buatan Inggris yang berfungsi sebagai pesawat latih tempur. Pesawat ini memiliki peran penting dalam melatih calon pilot tempur Indonesia.

    Menjadi pilot tempur bukanlah hal yang mudah. Calon pilot harus melalui seleksi ketat dan pendidikan lanjutan di Sekolah Penerbang TNI AU di Yogyakarta.

    Setelah lulus mereka masih harus mengikuti berbagai pendidikan khusus sebelum akhirnya bisa mengawaki pesawat tempur. Proses ini bisa memakan waktu hingga lima tahun.

    "Pilot tempur adalah prajurit pilihan. Mereka harus memiliki intelegensia tinggi kemampuan fisik prima dan mental yang kuat" jelas Marsma Fajar.

    Atraksi pesawat tempur dalam HUT ke-80 TNI bukan sekadar hiburan. Kegiatan ini menjadi simbol kekuatan dan kesiapsiagaan pertahanan Indonesia.

    Pemerhati pertahanan Al Araf mengatakan "Kemampuan TNI AU dalam mengoperasikan berbagai jenis pesawat tempur menunjukkan Indonesia memiliki pertahanan udara yang kredibel."

    Indonesia terus berupaya memodernisasi alutsista pertahanannya. Beberapa waktu lalu TNI AU telah menerima pesawat tempur Rafale dari Prancis yang akan semakin memperkuat arsenal pertahanan udara Indonesia.

    Ribuan warga dari berbagai daerah di Aceh dan sekitarnya memadati area Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda untuk menyaksikan langsung atraksi pesawat tempur.

    Banyak dari mereka yang datang bersama keluarga. Anak-anak tampak antusias melihat pesawat-pesawat tempur yang melintasi langit.

    "Ini pengalaman pertama saya menyaksikan langsung atraksi pesawat tempur. Sangat memukau" kata Rizki seorang warga Langsa yang datang bersama dua anaknya.

    Atraksi pesawat tempur ini menjadi penutup rangkaian perayaan HUT ke-80 TNI yang dipusatkan di Aceh. Acara berlangsung meriah dan aman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

    Komentar
    Postingan Lebih Baru
    Postingan Terbaru
    Additional JS