16 Orang Tewas Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans
HARIANEXPRESS - 16 Orang Tewas Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans. Update terbaru kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di exit tol yang menewaskan 16 orang. Simak kronologi dan informasi lengkapnya di sini.
Kecelakaan maut terjadi di exit tol pada Senin 22 Desember 2025 pukul 10.56 WIB. Sebuah bus PO Cahaya Trans mengalami insiden tragis yang menewaskan 16 orang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun bus PO Cahaya Trans melaju dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Saat memasuki exit tol Purwakarta tiba-tiba bus mengalami rem blong.
Sopir bus tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Bus menabrak pembatas jalan lalu terguling beberapa kali. Kondisi bus mengalami kerusakan parah di bagian depan dan samping.
Tim evakuasi tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah kejadian. Petugas kesulitan mengevakuasi korban karena kondisi bus yang ringsek.
Polisi telah mengidentifikasi 16 korban tewas dalam kecelakaan ini. Dari jumlah tersebut 10 orang dewasa 4 remaja dan 2 anak-anak.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Sutrisno mengatakan "Korban meninggal dunia mengalami luka parah di bagian kepala dan dada. Sebagian besar terjepit badan bus."
Selain korban tewas 12 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Para korban luka langsung dilarikan ke RSUD Purwakarta dan RS Bayu Asih.
Hingga saat ini petugas masih melakukan evakuasi terhadap kendaraan. Pihak kepolisian telah menutup sementara exit tol Purwakarta untuk memperlancar proses penyelidikan.
Jasa Raharja telah menyiapkan santunan bagi keluarga korban. Setiap ahli waris korban tewas akan menerima Rp 50 juta. Sementara korban luka akan mendapatkan Rp 25 juta.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi mengatakan "Kami akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh armada PO Cahaya Trans. Jika ada pelanggaran kami akan berikan sanksi tegas."
Kepolisian menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sementara hasil sementara menunjukkan faktor utama adalah rem blong.
"Kami akan periksa kondisi fisik sopir dan hasil tes urine. Kami juga akan minta keterangan dari saksi mata di lokasi kejadian" kata Sutrisno.
Kecelakaan ini menambah panjang daftar insiden bus di Indonesia. Tahun ini saja sudah terjadi 15 kecelakaan bus besar yang menewaskan 87 orang.
Manajemen PO Cahaya Trans menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Mereka berjanji akan bertanggung jawab atas seluruh biaya pengobatan korban.
"Kami sedang fokus pada penanganan korban. Kami akan bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengungkap penyebab kecelakaan ini" kata Humas PO Cahaya Trans Rina Wijaya.
Pihak perusahaan juga akan memberikan kompensasi tambahan bagi keluarga korban. Besaran kompensasi akan disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.
Kepolisian mengimbau seluruh pengemudi bus untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat. Terutama sistem pengereman dan ban.
"Para sopir harus istirahat cukup. Jangan memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama" pesan Sutrisno.
Kementerian Perhubungan juga akan melakukan evaluasi terhadap seluruh perusahaan otobus. Perusahaan yang tidak memenuhi standar keselamatan akan dicabut izin operasionalnya.
